Welcome, Guest Login|Sign Out

0
[postlink] https://doresedit.blogspot.com/2010/08/bintang-kehidupan.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=OOofDPyWa0Eendofvid
[starttext]
Rekaman "duet" Nike Ardilla dan Deddy Dores ini tidak menampilkan visual (video clip) kecuali audio saja. Lebih cepat diakses.
Selamat menikmati.

[endtext]

Bintang Kehidupan

0
[postlink] https://doresedit.blogspot.com/2010/08/seberkas-sinar.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=on7ijuxHyKUendofvid
[starttext]

[endtext]

Seberkas Sinar

0
[postlink] https://doresedit.blogspot.com/2010/08/nyalakan-api.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=kCGABASjeK0endofvid
[starttext]

[endtext]

Nyalakan Api

0
[postlink] https://doresedit.blogspot.com/2010/08/tak-terbatas-waktu.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=8C5HuCmpfqUendofvid
[starttext]

[endtext]

Tak Terbatas Waktu

0
[postlink] https://doresedit.blogspot.com/2010/08/uang-negara-dibajak.html[/postlink]
endofvid
[starttext]

Jual kaset, CD, VCD dan DVD tanpa pajak


JAKARTA (Pos Kota) -Sangat keterlaluan. Uang pajak negara yang diharapkan mendatangkan pemasukan untuk kemakmuran rakyat, dengangampangnya dikuras mafia pembajak. Dalam setahun, Rp16 triliun uang negara dirampok.

Pembajakan karya seni dalam bentuk kaset, CD/VCD dan DVD, menurut Ketua Umum Persatuan Artis Penyanyi Penata Rekaman Indonesia (PAPP-Rl), Dharma Oratmangun, mengakibatkan negara kehilangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen dan Pajak Penghasilan (PPh) 15 persen dari penjualan kaset dan CD/VCD, senilai Rpl6 triliun setiap tahun. "Bila pembajakan tidak bisa diatasi, maka produksi musik Indonesia bisa hancur," kata Dharma, kemarin.

Untuk mengatasi itu semua, menurut Dharma, pelaksanaan II Hak Cipta nomor 19 harus benar-benar dijalankan. Dharma menyarankan agar pemerintah lebih serius menangani masalah pembajakan kaset dan lagu-lagu atau karya rekaman lainnya. Menurutnya, pelaku pem-bajakan hampir tidak pernah diseret ke pengadilan. Bahkan, lebih ironis lagi, barang bajakan yang disita kepolisian malah keluar la£i dan beredar di pasaran.

GULUNG TIKAR

Sementara Marulam J. Hutahuruk, dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), juga mengatakan, akibat ulah mafia pembajak yang kian merajalela, telah menghancurkan perusahaan rekaman. Sekitar 170 perusahaan rekaman di Indonesia bangkrut. Dikatakannya, kerugian artis dan produser mencapai Rp2,S triliun lebih. Jumlah lagu v.mn dibajak pun meningkat dari tahun ke tahun.Tahun 2006 sebanyak 400 juta keping, tahun 2007 meningkat 470 juta keping, tahun 2008 menjadi 500 juta keping, dan sampai Mei 2009 sudah mencapai 560 juta keping kaset, MP3.VCD, DVD bajakan yang beredar tanpa membayar pajak cukai.

REKAMAN VIDEO

Kerugian akibat ulah pembajak juga dirasakan oleh Asosiasi Industri Rekaman Video Indonesia (Asirevi) sekitar Rp 1,5 triliun pertahun. Hal itu diungkapkan Sekjen AsirevL, Wihadi Wiyanto. Menurut dia, sebelum maraknya pembajakan, pen jualanVCD-satu judul film nasional berkisar Rp200 juta - Kp,(io juta per tahun. Kini, hanya sekitar Rp5O juta - Rp 100 juta.

"Karena minat pembeli DVD danVCD orginal berkurang, maka penjualan film nasiona] ke distributor jadi rendah," katanya. Berbagai upaya dilakukan, termasuk menurunkan harga jual DVD dan VCD original, termasuk membuat paket murah, agar penjualan meningkat. Namun, gagal.

SULIT DIBERANTAS

Berbagai organisasi anti pembajakan pun dibentuk oleh para seniman musik. Seperti Deddy Dores bersama para musisi yang membentuk Suara Perjuangan Artis Indo-nesia (Spaind) dan beberapa organisasi lain. Namun, hasilnya belum memuaskan. Menurut Ketua Lembaga Koordinasi Gerakan Anti Pembajakan, Togar Sianipar, upaya pemberantasan pembajakan memang bukan perkara mudah.

Hal Senada diungkapkan pengamat musik Bens Leo. "Agak susah memang. Sebab, kita sudah terlanjur membiarkan pembajakan merajalela. Sekarang ini dari 10 kaset/CD/ VCD yang beredar hampir 90 persen merupakan produk bajakan," tegasnya. Sedangkan produser Shel-mer Records, Henry Siregar, mengaku rugi ratusan juta akibat ulah pembajak."Pembajakan sulit untuk dibendung. Saya mensinyalir produk bajakan ini muncul karena ulah orang pabrik, bisa saja kerjasama dengan kalangan produser nakal," ujarnya.

PENYANYI MARAH

Pembajakan yang merajalela itu membuat para musisi dan penyanyi gerah. Sebut saja M.ii.i Estianty, Angel Lel-ga, Cinta Laura dan A Fe na. "Biaya rekaman dan produksi sangat mahal, belum meraup untung, album kita malah sudah beredar bajakannya. Memang lagu itu jadi terkenal, tetapi tetap saja merugi secara materi," tutur Maia.

Angel Lelga heran dengan kecanggihan pembajak sehingga barang palsu terlihat seperi asli. "Saya berharap masyarakat punya kesadaranuntuk tidak membajak, dan pemerintah hams tegas dalam menjalankan undang undang hak cipta," harap Angel, seraya menambahkan single Per tama miliknya sangat banyak bajakannya.

Sementara itu. Cinta Laura mengatasi pembajakan den gan cara tersendiri. "Aku me nyiasatinya dengan menawarkan VCD atau kaset asli di toko-toko tertentu, dan memper luas pemasaran lainnya. Aku sangat berharap para pembajak ini segera diberangus," kata penembang lagu Cint.i Atau Uang dan Oh Baby. Sedangkan produser Na ga swara, Rahayu Kertawigu-na mengatakan pembajakan di Indonesia merupakan masalah klasik. "Kami selalu menyerukan kampanye anti pembajakan. Kami juga mi nyiasatinya dengan melun curkan single bukan dalam bentuk album. Hal itu untuk menghindari pembajakan," tandasnya.

RING BACK TONE

Guna mengatasi pembnju kan, kini produser mengaliri kan sistem penjualan, yakin dengan metode digital atau Ring Back Tone (RBT).

Menurut Bens Leo, penp gunaan RBT lumayan menr untungkan p/oduser, musisi dan penyanyi. "Namun, sa yangnya, karya yang di munculkan tidak utuh. Jadi, ada sesuatu yang hilang," jelasnya, (anggara/santosn/ rizal/mia/rf/r)


[endtext]


UANG NEGARA DIBAJAK

0
[postlink] https://doresedit.blogspot.com/2010/08/bku-tamu.html[/postlink] endofvid
[starttext]

[endtext]

Buku Tamu

0
[postlink] https://doresedit.blogspot.com/2010/08/decision-1976.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=9nGLT5JzQncendofvid
[starttext]
Original Title: Decisions 1976

[endtext]

Decision 1976

1
[postlink] https://doresedit.blogspot.com/2010/08/tentang.html[/postlink] endofvid
[starttext]
Blog ini coba mengumpulkan sebanyak mungkin rekaman publik tentang Deddy Dores, khususnya yang pernah terbit sebagai berita, promo, tulisan lepas, individual jurnal, artikel, opini, komentar, video clips, lirik lagu, foto, dan publikasi lain - terutama yang dapat diakses melalui internet - baik yang langsung maupun tidak langsung, ada hubungannya dengan Deddy Dores.

Upaya ini dimaksudkan sebagai salahsatu bentuk keperdulian - sekaligus penghargaan Deddy Dores pribadi - kepada publik, terutama para penggemar di seluruh tanah air dan di negeri jiran, rekan-rekan di dunia media dan dunia seni, para produser, promotor, dan distributor, para jurnalis, termasuk tentunya orang-orang terdekat di belakang layar yang selama empat dasawarsa ini senantiasa memberikan dukungan moril dan materil tak terbatas dalam perjalanan karir Deddy Dores di industri musik.

Blog ini diberi label ~ Deddy Dores UnOFFICIAL SITE ~ dengan pertimbangan agar menjadi lebih akrab dengan anda, jauh dari segala bentuk atribut formal, sama seperti Deddy Dores sendiri yang dalam keseharianya sebetulnya diam-diam tidak begitu menyukai hal-hal yang bersifat seremonial.

Kendati masih dalam taraf trail-and-error, karena masih belum sepenuhnya selesai dan masih perlu banyak perbaikan di sana-sini, namun kami berharap semoga blog ini kelak dapat menjadi salahsatu sumber informasi faktual tentang Deddy Dores di internet, terutama bagi anda yang tertarik untuk mengenal lebih dekat sosok bersahaja ini.

Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan keikutsertaan dari anda dalam pengembangan situs ini, khususnya dari mereka-mereka yang memiliki, menyimpan, dan tentunya suka berbagi pengalaman pribadi, cerita-cerita, informasi, opini, dan hal-hal lain tentang Deddy Dores yang menurut anda tidak ada salahnya jika sama-sama kita publikasikan juga di sini.

Untuk tulisan-tulisan yang (relatif) panjang anda dapat mengirimkannya melalui email - baik langsung kepada Deddy Dores maupun melalui Admin - atau bila itu singkat-singkat saja seperti rekomendasi web-links atau hal-hal lain yang secara pribadi ingin anda sampaikan, kami persilahkan juga untuk menggunakan Buku Tamu Deddy Dores.

Blog ini terbuka untuk publik, dan bila anda ingin berbagi kontennya di situs-situs jejaring sosial seperti facebook, Twitter, MyBlogLog dll, misalnya, anda dapat dengan mudah menggunakan fasilitas share di bawah tombol Kabar-Kabari pada urutan menu di kanan atas halaman ini. Atau jika anda ingin memberitahu teman, sahabat, kerabat atau seseorang yang anda kenal baik tentang keberadaan blog ini, silahan gunakan fasilitas Beritahu Teman di bawah tombol yang sama.

Blog ini juga memuat sejumlah seleksi video clips yang tersedia di YouTube.Com untuk anda nikmati secara online. Jika anda suka pada salahsatu atau beberapa dari seluruh koleksi tersebut, maka kami - termasuk tentunya Deddy Dores sendiri - akan sangat menghargai penilaian anda melalui rating yang tersedia pada tiap-tiap video clip dengan cara mencontreng tanda bintang yang ada.
Selamat mencoba!

Sambil menunggu respons dari anda, maka atas kunjungan, perhatian, dan kerjasama yang diberikan untuk blog ini, tidak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesarnya.


Jabat erat dari kami,


[Admin & Tim Kreatif]


[endtext]

Tentang ....

0
[postlink] https://doresedit.blogspot.com/2010/08/komposer-paling-produktif.html[/postlink] endofvid
[starttext]

HATIKU SEPUTIH GAUNMU
Oleh Deddy Dores

Ternyata keras hatiku luluh juga
Hatiku memang bukannya pualam
Telah kucoba hidup sendiri
Tanpa ada cinta di hatiku

Dinginnya hatimu saat itu
Mungkin hatimu telah terluka
Ingin kubalut dengan kasihku
Setulus cinta dalam hatiku

REFREIN

Simpan hatiku sayang
Rindu-rindu untukmu
Putihnya hati ini seputih gaunmu
Jangan sampai ternoda

Mestinya sebening kaca
Selembut kain sutra
Jangan sampai tergoda
Jangan sampai ternoda

Bunga cinta di hatiku
Akhirnya, hatiku ini luluh juga
Sekian lama kupalingkan cinta
Kini bayangmu datang di sini
Rindu rindu s'lalu menggebu

[kembali ke REFREN]


Malam-malam, kalau tidak bisa tidur, saya biasa mampir ke warnet di kawasan Sedati Agung, dekat Bandara Juanda. Warnet ini buka 24 jam. Ada minuman ringan, kadang saya bawa kopi sendiri. Ya, tambah gak bisa tidur! Yang menarik, anak-anak muda [20-an tahun] penjaga warnet suka memutar lagu-lagu lawas, khususnya Deddy Dores.

Diputar berulang-ulang. "Soalnya enak untuk hiburan larut malam. Kalau nyetel lagu-lagu sekarang kok kurang cocok, Mas," kata si penjaga warnet. Dia juga putar lawakan ala ketoprak Jawa Timur. Konyolnya minta ampun!

HATIKU SEPUTIH GAUN, lagu karya Deddy Dores, ini termasuk favorit pengguna warnet di Sedati itu. Saya sendiri suka karena punya kenangan khusus. Dulu, saya pernah ikut lomba menyanyi duet dengan cewek, dengan lagu wajib itu. Hatiku Seputih Gaunmu. Lagunya melankolis, mendayu, melodius, khas irama sebelum 1990-an. "Putihnya hati ini seputih gaunmu, jangan sampai ternoda," begitu syair Kang Deddy Dores. Ah, rayuan gombal pemuda 1980-an. Hehehe .....

Maka, saya pun tergerak mengisi blog ini dengan sedikit catatan tentang Deddy Dores, si laki-laki berkacama mata hitam. "Saya sudah berkecimpung di dunia musik selama tiga dekade lebih. Macam-macam band, jenis musik, saya ikuti. Yah, dunia musik itu ibarat kehidupan manusia: ada naik turunnya, kadang di atas kadang di bawah. Dan industri musik itu akan terus berputar," ujar Deddy Dores di Surabaya beberapa waktu lalu.

Tak banyak yang tahu bahwa Deddy Dores ini di awal kariernya bergabung dengan rock band. Bahkan, pernah tercatat sebagai personel God Bless, grup rock legendaris. Main keyboard, instrumen yang sangat dikuasainya selain gitar. God Bless dikenal sebagai grup panggung. Rekaman nomor dua. Nah, Deddy Dores ini memperkuat God Bless formasi awal ketika masih gonta-ganti personel. Dari God Bless, Kang Deddy juga bermain untuk grup rock lain seperti Super Kid. Tapi memori masyarakat Indonesia, khususnya di kawasan timur, khususnya di Flores, lebih mengenal Deddy Dores sebagai pencipta lagu melankolis 1980-an.

Produktivitas menulis lagunya memang luar biasa. Dalam sehari dia bisa bikin belasan lagu. Masuk studio, tanpa persiapan, Deddy Dores dengan mudahnya membuat lagu untuk penyanyi-penyanyi yang hendak diorbitkan. Kalau saja waktu itu sudah ada Museum Rekor Indonesia alias Muri, mungkin sudah lama Deddy Dores tercatat sebagai penulis lagu pop [komposer] paling produktif di Indonesia.

Iklim industri musik sekarang tampaknya tidak memungkinkan lagi komposer bisa bikin lagu sebanyak Deddy Dores. Nama Deddy Dores melejit keras seiring kejayaan JK Recods pada 1980-an.

Judhi Kristiantho, bos JK Records, mengajak Deddy Dores untuk menulis lagu-lagu pop manis untuk artis-artis yang akan diorbitkan. Tentu saja, gaya lagunya harus sesuai dengan genre JK. Karena suaranya bagus--dibandingkan Pance F. Pondaag atau Obbie Messakh--Deddy Dores sering diminta berduet dengan artis-artis JK. Sebut saja Ria Angelina atau Lidya Natalia, sukses! Maksudnya laku keras. Judhi Kristiantho pun mengajak Deddy Dores untuk rekaman.

Saya masih ingat lagu-lagu Deddy Dores--yang dinyanyikan sendiri--tersebar luas di Flores Timur. Di mana-mana dipakai untuk latihan main gitar di pinggir jalan. Lagu ini paling populer di Larantuka, Flores Timur, pada pertengahan 1980-an:

"Malam ini aku sendiri lagi
Kucoba melupakan bayanganmu
Aku memang tak pantas untukmu
Tak pernah ada cinta di hatimu .... "

Sukses bersama JK Recods membuat pengusaha-pengusaha rekaman lain tertarik untuk memakai jasa Deddy Dores. Dia bikin lagu sekaligus mengorbitkan TWIN SISTER [Dagmar dan Doris]. Dua nona manis ini cukup berhasil. Bahkan, saya dengar-dengar Deddy Dores menikahi salah satu personel TWIN SISTER. Belakangan bercerai pula. Corak lagu TWIN berbeda dengan artis JK. Ah, .... hebat benar Kang Deddy beradaptasi dengan produser lain.

Kemudian Deddy Dores juga berhasil mengangkat Nike Ardilla sebagai penyanyi populer Indonesia. Lagunya yang masih saya kenang BINTANG KEHIDUPAN dan SEBERKAS SINAR. Corak lagu-lagu Nike pun jauh berbeda dengan lagu-lagu JK meski tetap bertempo sedang. Ada distorsi gitar di sana-sini. Hentakan drum sangat khas Deddy. Nike Ardilla, almarhumah, pun dikenang sebagai penyanyi slow rock.

Lalu, masih banyak lagi penyanyi yang menjajal peruntungan dengan lagu-lagu Deddy Dores. Ada yang sukses, setengah sukses, tapi lebih banyak yang gagal. Deddy Dores sendiri masih merilis album the best atau the greatest hits. "Ada sih pembelinya, tapi nggak banyak. Deddy Dores itu punya penggemar sendiri lho," kata Reni, penjaga toko kaset/CD di kawasan Gedangan.

Tahun 2000, industri musik pop Indonesia berubah drastis. Label asing bermodal raksasa masuk. Sistem rekrutmen penyanyi sudah lain sama sekali. Dulu produser mengajak nona-nona manis masuk dapur rekaman, lalu dibuatkan lagunya oleh para pencipta lagu macam Deddy Dores, Rinto Harahap, Obbie Messakh, Dian Pramana Putra, atau Oddie Agam. Sekarang yang berjaya justru band-band remaja. Band-band pemula itu kirim rekaman--lagunya ditulis sendiri, aransemen sendiri--ke label untuk dipertimbangkan. Jika dirasa laik pasar, ya, direkam di major label. Produser juga melirik band-band jawara festival musik. Dengan pola begini, komposer-komposer senior macam Deddy Dores kehilangan pekerjaan. Kemampuan menulis lagi sih, tetap prima, tapi gaya musik sudah jauh berbeda. Anak-anak muda kelahiran 1980-an ke atas tidak bisa menerima gaya Deddy Dores dan kawan-kawan. Apa boleh buat, Deddy Dores cs pun tidak bisa berkiprah lebih banyak di dunia musik kita. "Tapi saya percaya dengan siklus kehidupan. Ada saatnya di atas, ada saatnya di bawah. Suatu saat, ya, musik-musik kami disukai kembali. Biasa sajalah," tegas Deddy Dores.

Di usia yang tak lagi muda, kegiatan Deddy Dores saat ini lebih banyak di luar studio. Dia pernah bikin organisasi bernama Spaindo--Suara Perjuangan Artis Indonesia. Organsiasi ini bertujuan mengangkat derajat seniman Indonesia. Kenapa? "Selama ini seniman termasuk golongan masyarakat kelas tiga di bawah birokrat dan pengusaha," ujarnya.

Kang Deddy juga aktif memerangi pembajakan kaset/CD/VCD yang sangat marak di Indonesia. Andai saja pembajak-pembajak itu tidak ada, dan sistem royalti di industri musik kita berjalan baik, bisa dipastikan Deddy Dores menjadi salah satu artis kaya. Bukankah lagu-lagu karyanya tak terbilang banyaknya? Tapi, sudahlah, hidup itu ibarat roda pedati! Selalu ada naik turunnya!

[Dari Lambertus Hurek - BLOG ORANG KAMPUNG]


[endtext]

Komposer Paling Produktif